Menyelami Jejak Laut Dangkal yang Eksotis di Bogor Hulu Cileungsi

Menyelami Jejak Laut Dangkal yang Eksotis di Bogor Hulu Cileungsi

Menyelami Jejak Laut Dangkal yang Eksotis di Bogor Hulu Cileungsi РBujangga Manik adalah seorang resi pengembara, bangsawan Kerajaan Sunda dan penulis yang cermat mencatat nama-nama geografi sepanjang rute ziarahnya di Pulau Jawa dan Bali pada tahun 1500-an awal.

Dalam catatannya Bujangga Manik menuliskan bahwa dia menyebrang Ci Leungsi:

Datang ka Kadukanaka,
meu(n)tas aing di Cileungsi,
nyangkidul ka Gunung Gajah.

Tiba di Kadukanaka,
aku menyebrang CI Leungsi,
berjalan ke selatan menuju Gunung Gajah.

(Kisah Bujangga Manik: Jejak Langkah Peziarah, dalam J.Noorduyn dan A.Teeuw, Tiga Pesona Sunda Kana, Bandung: Pustaka Jaya, 2009).

MENYELAMI JEJAK LAUT DANGKAL YANG EKSOTIS DI BOGOR HULU CILEUNGSI

Menyelami Jejak Laut Dangkal yang Eksotis di Bogor Hulu Cileungsi

Nama Sungai Cileungsi berarti sudah ada jauh sebelum tahun 1.500 an. T Bachtiar, geograf kelana anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung, menafsirkan Cileungsi berasal dari kata leungsing, sejenis lintah yang dulu banyak terdapat di sungai tersebut.

Penamaan daerah Tatar Sunda umumnya berdasarkan pada karakteristik daerah, keadaan rona bumi, tumbuhan ataupun binatangnya. Berbeda dengan tafsiran masyarakat Sunda di kawasan Sungai Cileungsi saat ini, yang menyebutkan bahwa Cileungsi itu akronim dari culang-cileung sisi cai, corat-coret di pinggir sungai.

Cileungsi Saat Ini

Banyak orang yang mengenal Sungai Cileungsi yang berada di batas timur Jakarta dan bermuara di Bekasi, hanya sungai tercemar, tempat pembuangan limbah rumah tangga dan pabrik. Kenyataannya memang demikian, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa terdapat 54 pabrik yang beroperasi di sepanjang Sungai Cileungsi.

Fakta kerusakan itu ada di kawasan muara. Sekarang mari berkelanan naik ke hulu Sungai Cileungsi yang paradoks. Di kawasan hulu masih terdapat kehidupan yang lebih baik, meskipun pasti tidak sealami ketika Bujangga Manik dulu pernah kesini.

BACA JUGA: 5 Wisata di Pacitan yang Perlu Dikunjungi Pada Akhir Pekan

Kawasan hulu Cileungsi membelah dua kawasan yaitu Kecamatan Sukamakmur dan Babakan Madang di Kabupaten Bogor. Jarak sebenarnya cukup dekat dari Ibu Kota Jakarta. Dari Tol Jagorawi yaitu Gerbang Tol Sentul Selatan menuju hulu Cileungsi di Leuwi Hejo berjarak hanya 17 kilometer, selanjutnya silahkan trekking semampunya menyusuri pinggir sungai lebih ke hulu menuju Leuwi Cepet, Leuwi Lieuk, Curug Baliung atau terus ke atas lagi.

Topografi hulu Cileungsi berupa perbukitan bergelombang, punggungan memanjang dan lembah yang curam dengan dasar aliran sungai yang menoreh bagian batuan yang lemah. Kemudian arusnya berbelok bila menemukan batuan yang lebih keras dan sulit dikikis. Di aliran sungai itulah yang kini berkembang wisata alam, yaitu di Leuwi atau Lubuk, bagian terdalam di sungai.

Pada musim kemarau atau ketika curah hujan rendah dan sedang, air sungai masih bening alami, sedikit dibalut kehijauan akibat refleksi pepohonan. Kedalaman beberapa leuwi saat debit air maksimal bisa mencapai maksimal 7 meter, tentu sangat eksotis untuk diselami.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*