Tips Berwisata Ramah Lingkungan

Tips Berwisata Ramah Lingkungan

Berwisata dipercaya bisa menghilangkan kepenatan, serta kejenuhan sehari-hari dan tentunya bisa membuat hidup kita lebih indah serta menarik untuk dijalani.

Maka tak mengherankan apabila banyak dari kita yang menyempatkan diri untuk berwisata ke tempat-tempat alami, indah ataupun tempat yang memang khusus untuk bertujuan wisata.

Berwisata Mengapa Harus Peduli Lingkungan?

Pertanyaan besar diatas didasar atas fakta bahwa semakin sering perjalanan dilakukan, maka akan semakin banyak pula sumber daya alam yang akan digunakan. Hal tersebut juga berkaitan dengan seberapa besar polusi yang dihasilkan, serta seberapa besar kerusakan lingkungan yang telah dirasakan.

Banyaknya perjalanan yang dilakukan oleh penduduk dunia dalam setiap bulannya. Entah itu menggunakan pesawat, kapal laut, kereta api ataupun kendaraan pribadi. Semuanya itu menggunakan BBm sebagai sumber energy. Kemudian, berapa banyak hotel serta penginapan yang harus menyediakan kamar-kamar terang benderang pencahayaannya dan berapa besar energi yang digunakan untuk keperluan peralatan elektronik lainnya.

Berlibur / berwisata memang sangat mengasyikkan, namun tanpa disadari berwisata pun bisa memberikan dampak buruk bagi lingkungan, terutama dari segi emisi gas karbon. Tidak hanya itu, tidak jarang pula kawasan wisata yang sebelumnya mempunyai pemandangan yang mempesona, rusak karena kunjungan para pelancong yang tidak memperdulikan kelestarian alam di lokasi pariwisata tersebut.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum berangkat menuju tempat wisata?

  • Menentukan Tujuan Wisata

Poin ini menjadi salah satu pertimbangan seberapa jauh perjalanan yang akan ditempuh. Seberapa banyak bekal yang dipersiapkan, serta alat transportasi apa yang akan digunakan. Serta dimana kita akan menginap hal tersebut bisa menentukan seberapa besar penggunaan sumber daya alam yang akan digunakan.

  • Menentukan Alat Transportasi

Apabila sudah menentukan tujuan, maka yang kita pikirkan adalah alat transportasi apa yang akan digunakan. Jika kita bisa menggunakan transportasi umum, maka gunakanlah transportasi umum saja. Jika bisa menggunakan kereta api ataupun bus, maka tidak perlu menggunakan pesawat. Karena menggunakan pesawat semakin banyak emisi gas karbon yang terbuang dan hal tersebut akan berdampak pada pemanasan global. Namun jika terpaksa harus menggunakan pesawat, maka carilah pesawat yang langsung menuju tempat tujuan.

  • Membawa Bekal

Perjalanan wisata yang tidak cukup jauh bisa kita persiapkan bekal makan dari rumah untuk makan selama di perjalanan.

  • Cek Kondisi RUmah Sebelum Ditinggal

Sebelum meninggalkan rumah, pastikan saluran listrik, air dan selang kompor gas sudah dalam kondisi mati.

Apa yang akan dilakukan selama di lokasi wisata?

Beberapa hal diatas paling tidak merupakan hal standar yang menjadi pertimbangan kita sebelum berwisata. Selanjutnya, saat kita telah sampai di tujuan, terdapat beberapa hal perlu kita pertimbangkan, yaitu:

  • Memilih Hotel/Penginapan yang ramah lingkungan. Hotel/Penginapan ramah lingkungan yang dimaksudkan dsini adalah memiliki pengolahan sampah cukup baik (Organik dan Anorganik), memelihara kelestarian lingkungan hotel termasuk dengan membiarkan burung-burung yang ada berterbangan bebas, merawat tanaman/pohon yang bisa mendatangkan burung-burung serta sebagian besar karyawan berasal dari penduduk lokal.
  • Jika makan diluar hotel, pilihlah restaurant yang memiliki menu masakan lokal. Mengapa masakan lokal dipilih, karena masakan lokal tidak membutuhkan bahan yang diambil dari tempat jauh, yang membutuhkan bahan bakar yang banyak untuk mendatangkannya.
  • Jika dibungkus, jangan memilih bungkus makanan yang menggunakan stereofoam sebagai pembungkus. Karena stereofoam merupakan bahan pembungkus yang tidak dapat didaur ulang.
  • Bawalah tempat minum isi ulang. Dengan membawa botol air minum isi ulang maka anda akan membantu mengurangi sampah dari tempat air minum dalam kemasan.
  • Bawalah lap/serbet yang bisa digunakan berulang-ulang kali. Minimalkan penggunaan tissur, karena semakin banyak tissue/keras yang digunakan, maka semakin banyak juga pohon yang ditebang.
  • Membawa perlengkapan mandi (Shampoo, Sabun, Pasta gigi, Lotion sendiri) Sehingga tidak perlu lagi membeli di tempat lokasi wisata, hal tersebut juga akan mengurangi sampah.
  • Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan.
  • Apabila membeli cinderamata, belilah yang bersifat lokal yang telah diproduksi oleh orang lokal karena jika membeli bukan barang lokal maka biaya mendatangkan barang dari tempat yang jauh serta penggunaan bahan baker juga akan bertambah. Hal tersebut menambah emisi gas buang yang terbang ke udara. Selain itu jangan membeli souvenir yang berbahan dari bagian tubuh satwa. Karena jika ada pembeli, maka akan ada satwa yang mati untuk dijadikan souvenir.
  • Gunakan kamera digital, jangan menggunakan kamera foto langsung jadi. Karena hasil dari kamera digital dapat kita pilih untuk dicetak, berbeda dengan kamera langsung. Jika kita tidak cocok maka akan minta difoto lagi. Sementara itu hal tersebut akan menambah sampah, selain juga boros akan biaya.
  • Membawa tas belanja sendiri. Dengan membawa tas belanja sendiri maka anda akan mengurangi penggunaan sampah plastik/kertas.
  • Jika tidak diperlukan, tidak perlu meminta struk belanja. Karena pada akhirnya akan dibuang juga.
  • Jika berkeliling kota, gunakanlah transportasi umum atau jika tidak terlalu jauh cukup berjalan kaki saja. Jalan kaki juga akan membuat anda lebih sehat.
  • Jika memang ingin menyewa mobil, maka gunakanlah yang irit bahan bakar serta memiliki emisi gas buang rendah.
  • Saat menggunakan mobil, jika tidak terlalu penting matikanlah AC. Bukalah jendela kaca mobil agar sirkulasi udara yang dapat menggantikan AC. Jika harus menggunakan AC, maka nyalakan pada tingkatan yang tidak terlalu tinggi. Yang penting cukup menyejukkan anda, tidak perlu sampai kedinginan.
  • Cek tekanan angin yang ada pada ban mobil. Tekanan angin yang ada pada ban dalam kondisi bagus, terbukti mengurangi 5% dari penggunaan bahan bakar.
  • Jika menyewa mobil, pilihlah yang berkapasitas besar. Hal tersebut akan mengurangi biaya sewa serta menghemat bahan bakar.
  • Matikanlah mesin saat menunggu kerabat yang berbelanja.
  • Belajarlah cara mengemudi yang baik. Ganti perseneling lebih awal dapat mengurangi konsumsi BBM hingga 15%. Jika mendekati kemacetan atau lampu lalu lintas berhentilah perlahan bukan dengan rem mendaak. Hindarkan juga mengemudi dengan kasar. Pindahkan gigi saat mencapai 2500 – 3000 rpm. Dan mengemudilah di batasan 1500 – 3000 rpm. Beberapa survei dapat menghasilkan upaya yang memuaskan dalam kehematan BBM dalam range tersebut.

Selamat berwisata dan terima kasih anda sudah mendukung upaya pelestarian alam kita!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*